Cite This        Tampung        Export Record
Judul Merebut peran tuhan / Natisa
Pengarang Natisa (Pengarang)
EDISI Cetakan pertama, 2019
Penerbitan Jakarta : Elex Media Komputindo, 2019
Deskripsi Fisik xiv, 230 halaman ; 21 cm ;21 Cm
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-623-00-0234-2
Subjek Iman kepada Allah
Abstrak Tuhan, kita sering kali berebut peran. Tidak. Bukan kita, tapi aku. Aku sibuk mengatur hidup, harusnya begini dan begitu. Setelah ini harusnya itu. Ironisnya, saat keserakahanku menjadikan Tuhan ikut campur pada rencana kehidupan, saat itu pula aku tak berlaku sebagai hamba yang baik. Sedangkan Kau, yang perannya sering kali aku recoki, kemahaan-Mu sama sekali tak terganggu. Penulis memaparkan tentang bagaimana ujian hidup ini adalah persoalan - persoalan yang dahulu juga pernah dirasakan oleh manusia - manusia mulia di zaman Rasulullah. Justru lebih keras dari pada kehidupan kita saat ini, namun hidup memang harus dihadapi.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum
Lokasi Akses Online http://opac.perpusnas.go.id/uploaded_files/sampul_koleksi/original/Monograf/1240182.JPG?rnd=505404273http://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1240182

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000042368 297.313 NAT m Dapat dipinjam Perpustakaan Jombang - PERPUSTAKAAN UMUM Dipinjam
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000969122
005 20220511113329
006 a g b 000 0
007 ta
008 220511################g##########0#ind##
020 # # $a 978-623-00-0234-2
035 # # $a 0010-0422000102
040 # # $a JKPNPNA $b ind $e rda
082 # # $a 297.313
084 # # $a 297.313 NAT m
100 0 # $a Natisa$e Pengarang
245 1 # $a Merebut peran tuhan /$c Natisa
250 # # $a Cetakan pertama, 2019
264 # # $a Jakarta :$b Elex Media Komputindo,$c 2019
300 # # $a xiv, 230 halaman ; 21 cm ; $c 21 Cm
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 # # $a Tuhan, kita sering kali berebut peran. Tidak. Bukan kita, tapi aku. Aku sibuk mengatur hidup, harusnya begini dan begitu. Setelah ini harusnya itu. Ironisnya, saat keserakahanku menjadikan Tuhan ikut campur pada rencana kehidupan, saat itu pula aku tak berlaku sebagai hamba yang baik. Sedangkan Kau, yang perannya sering kali aku recoki, kemahaan-Mu sama sekali tak terganggu. Penulis memaparkan tentang bagaimana ujian hidup ini adalah persoalan - persoalan yang dahulu juga pernah dirasakan oleh manusia - manusia mulia di zaman Rasulullah. Justru lebih keras dari pada kehidupan kita saat ini, namun hidup memang harus dihadapi.
650 # 4 $a Iman kepada Allah
850 # # $a JKPNPNA
856 # # $y http://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1240182 $x http://opac.perpusnas.go.id/uploaded_files/sampul_koleksi/original/Monograf/1240182.JPG?rnd=505404273
Content Unduh katalog